Bunga ...Warna warni mencolok mata kau hadirkan
Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah
Padahal mahkotamu dibingkai empat kuntum kuncup
Kau tau pasti kau bunga yang tak mudah dipalingkan
Saat kuncup barumu menyembul
Semburat merona kau janjikan
Dan kau tak peduli duri yang menjalar di sepanjang rantingmu
Asalkan hadirmu memberi arti bagi sekitarmu
Setiap mata yang menanar ke arahmu akan tersejukkan
Meski kau bertahan menahan perih mentari membakarmu
Dan saat angin membelai daun dan kelopakmu
Kau meneduhkan prahara setiap jiwa yang memandangmu
Ketika badai datang menerjang ranting-ranting ringkihmu
Tangan-tangan yang rajin menjamahmu seketika tak lagi hendak memetikmu
Dan kau tak mampu menahan kelopak-kelopak rapuhmu
Hingga berguguran..tercabik duri-duri disekitarmu
Lalu masa mu telah usai..
Dan kau harus rela menunggu hingga musim semi kembali menyapamu
Meski duri-duri di rantingmu terus menajam dan mengakar
Kau tetaplah sekuntum bunga kertas yang rapuh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar